Gusar melihat hujan deras tak berhenti hingga kini,
teh hangat terbaik pun tidak bisa meredakan gejolak asam akan masa depan. Apalagi terus berulang dengan siklus yang sama.
Gempa mengguncang kepala, pusatnya di ubun-ubun yang mungkin skala 9 sampai 10 hingga menyebabkan kerusakan berpikir jernih dan logis. Apa yang rusak? Apa yang runtuh? Aku. Jawabannya selalu aku, dan akan selalu aku.
Komentar