Memangnya, memangnya, memangnya hingga mati
Katanya, orang yang sudah mati sudah tenang 'di sana'. Tapi di mana?
Katanya, orang yang sudah mati bebas mengonsumsi apapun. Tapi apa?
Katanya, orang yang sudah mati akan dijerumuskan ke dalam Neraka jika tidak taat perintah Tuhan. Sebagai imbalan yang taat perintah Tuhan, maka Surga hadiahnya.
Mengapa? Mengapa Neraka digambarkan tempat menyeramkan?
Mengapa? Mengapa Surga digambarkan tempat yang menyenangkan?
Memangnya di Dunia—yang sementara (kata orang) ini semua merasakan hidup yang menyenangkan? Lantas mengapa Nereka diciptakan?
Lagipula, memangnya semua manusia di muka bumi ini hidup dalam kesusahan? Jika tidak, untuk apa Surga?
Komentar