Janji
Sore kala itu, kau berjanji mengajakku pergi,
mengajakku melihat hal-hal yang belum pernah kulihat,
namun kini tak lagi kulihat dirimu di sini,
kini hanya gambarmu yang bisa kutatap.
Kalau boleh kuceritakan bagaimana hidupku tanpamu, mungkin seribu halaman buku pun masih tidak cukup. Kesedihanku yang kurasa tak berujung, air mata yang tak mengenal hilir terus mengalir.
Aku tak lagi marah pada takdir yang mengambil paksa dirimu, tidak lagi memiliki energi untuk mengutuk kejadian yang menyedihkan. Namun aku tak lagi mampu mengingat dengan baik suaramu, nada amarahmu yang dingin. Ah, andai ada kesempatan aku bisa menemuimu, kupastikan aku menceritakan semua janji-janjiku yang kuusahakan sesaat kau pergi.
Komentar