Kota Rasa Desa

(foto di JL. Ki Uju, Kaujon, Serang)

Ibu Kota Provinsi Banten, Serang.
Tempat lahir ribuan nyawa yang kini susah mencari kerja, yang katanya tak tampak seperti ibu kota.

Oke, kita main fair di sini.
Mau mulai darimana?
Transportasi umum?
Di sini, transportasi angkutan umum hanya ada angkot. Mobil Carry yang di sulap menjadi pintunya di samping kiri, supaya turun lebih mudah. Mungkin, secara fisik tak banyak mobil angkot yang berupa buruk, cat mengelupas, bumper mobil yang lepas.

Namun, kenyamanan penumpang, bagaimana? Nggak semua, tapi 90% angkot di kota ini ugal-ugalan dan nggak sabaran. Kalau ngga nyaman, artinya nggak aman dong? Iya. Keamanan mobil angkot sangat minim. Pintu belakang mobil nggak pernah di tutup. Tapi kenapa? Karena kebanyakan supir kerap memaksakan kapasitas penumpang. Mungkin, yang seharusnya hanya cukup diisi oleh 10 orang, menjadi 13 atau 15 orang. Sumpek.

Atau, satu lagi transportasi antar kota. Bus. 
Saya belum pernah naik bus antar kota, walaupun tempat saya belajar tepat di samping Terminal Bus. Namun, melihat bagaimana bus beroperasi dan berdasarkan beberapa media, salah satunya @infoserang, bagaimana mereka beroperasi pun sama seperti angkot. Ugal-ugalan. Suka berhenti sesuka hati. Putar arah bukan di jalurnya. 

Kadang, tinggal di sini cuma bikin ngelus dada.

Lalu apa selanjutnya?
Infrastruktur?
Jembatan futuristik di daerah Syech Nawawi, atau lebih dikenal dengan jembatan Bogeg, sangat mewah. Namun kemudian fungsinya apa kalau ternyata, jalan besar yang digunakan masyarakat sebagai jalan utama masih nggak layak. Bergelombang, berlubang.

Pembagunan yang futuristik mungkin membantu pemerintah dalam mendapatkan cap bekerja dengan baik. Tapi kemudian, apa guna nya cor jalan yang masih bagus, sementara jalan bergelombang di depannya dibiarkan? Lagi dan lagi, huft.

Belum lagi lampu jalan yang sama sekali nggak ada di beberapa jalan daerah, rawan kegiatan kriminal.
Belum lagi lampu merah yang mati atau bahkan ngaco nyalanya, rawan kecelakaan.

Atau, bagian mana di kota ini yang paling buruk, sehingga dikatakan ibu kota yang bukan ibu kota?

Namun, seandainya kota ini nggak ada, saya dimana?

Komentar

Postingan Populer